Meike Blog

Blog ini sebagai tempat aku menyimpan catatan perjalananku,curahan hatiku, tempat aku mengekspresikan diriku, tempat aku bercerita, entah dengan kata-kata atau dengan DIAM sekalipun...

Jumat, 23 Januari 2009

Progres Report WPM Univ Negeri Jakarta

WPM Univ Negeri Jakarta.

Setelah beberapa kali ke Univ Negeri Jakarta akhirnya Kamis tanggal 23 Januari 2009 bertepat di ruang 307 diadakan pertemuan atau koordinasi antara pengelola D3 TKJ UNJ bapak M.Yusro MT. WPM Seamolec Meike S.Pd dan mahasiswa D3 TKJ Univ Negeri Jakarta. Acara di buka oleh bapak M.Yusro dilanjutkan pengarahan dari ketua Jurusan Teknik Elektro yang mewakili pihak UNJ bapak Drs.Wisnu Djatmiko MT. Dalam pengarahannya bapak Drs.Wisnu Djatmiko MT meminta kepada mahasiswa agar sesegeranya menyelesaikan Tugas Akhir sebelum masa jabatan rektor UNJ Dr.Bedjo Sujanto,M.Pd berakhir,disamping itu agar mahasiswapun dapat mengikuti wisuda UNJ pada tanggal 24 Maret 2009 mengingat program D3 TKJ juga sudah habis.
Program D3 TKJ untuk Univ Negeri Jakarta hanya ada satu angkatan yaitu angkatan tahun 2006 yang berjumlah 56 orang.Saat ini mereka sudah semester ke enam atau semester terakhir.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas masalah workshop yang akan dilaksanakan oleh Provider dan Seamolec dengan melibatkan mahasiswa D3 TKJ, yang direncanakan pada bulan Maret 2009 mengingat dalam dua bulan ini (Januari dan Februari) mahasiswa masih berkosentrasi untuk menyelesaikan Tugas Akhir. Data Pelengkap yang diminta sudah disiapkan, diharapkan dapat terkumpul dalam satu minggu ini. Kepada mahasiswa D3 TKJ UNJ mohon memberitahukan teman-teman yang tidak sempat hadir dalam pertemuan kemaren dan tolong data tersebut diisi dengan baik dan benar tanpa ada yang kosong karena data tersebut akan di entry. Data pelengkap dikumpulkan melalui ketua kelas atau sekretaris dan dikumpulkan kepada WPM Seamolec atau bapak M.Yusro MT.

Selasa, 13 Januari 2009

Mari Belajar Menulis Berita

Menjadi seorang penulis berita atau cerita ternyata bukanlah hal yang mudah. Setiap orang mungkin bisa berbicara dengan baik tapi belum tentu bisa menjadi seorang penulis. Seperti saya misalnya.Sudah lama sekali ingin menulis sebuah berita tapi tetap saja ada kesulitan untuk mengawalinya.Walau waktu SD pernah menjadi juara satu tingkat kecamatan untuk mengarang tapi tetap saja hingga saat ini saya belum mampu menjadi penulis yang baik. Jika mengingat pengalaman itu kadang saya senyum-senyum sendiri kog bisa saya jadi pemenang.Sebenarnya bukan karena saya pintar atau bahasa saya bagus tapi karena kecerdikan saya saja. kenapa saya berkata demikian? karena pada waktu lomba dimulai juri memberikan beberapa pilihan judul karangan, dari sekian peserta rata-rata memilih "pengalaman berlibur" hampir semua peserta yang ada memilih judul yang sama saya pun memutuskan untuk memilih judul yang lain jadilah saya sebagai pemenang.He...he...
Pada waktu kuliah di Universitas Negeri Padang saya pun memilih Unit Kegiatan Mahasiswa pada bidang tulis menulis yaitu UKKPK (Unit Kegiatan Komunikasi dan Penerbitan Kampus) harapan saya masuk UKM ini agar saya bisa menjadi seorang penulis yang baik. Tapi hingga saya menamatkan kuliah tetap saja saya belum menghasilkan satu tulisan yang bermutu.Walaupun selama di UKKPK saya sering mengikuti pelatihan dan studi banding ke penerbitan koran serta mendapat materi pelatihan dari wartawan-wartawan profesional tetap saja saya tidak mampu menulis dan menghasilkan karya yang bagus.Walau hanya sekedar berita. Bosan dan menyadari kalau saya tidak punya bakat akhirnya saya pindah ke bidang lain tapi masih dalam satu UKM. Saya mengambil penyiaran kampus. Mulailah saya bercuap-cuap dari pagi hingga petang (tergantung jam siaran) menyiarkan berita-berita yang nota benenya bukan karena saya cari tapi saya baca dari majalah atau berita dari koran kampus.Sekarang teman-teman saya yang sama-sama satu UKM sudah melalang buana dengan tulisannya. Ada yang di kompas, di majalah horizon, di media indonesia dan lain-lain.Sedangkan saya masih tetap belajar dan belajar menulis.Menjadi penulis tidak menjadi penyiarpun tidak.He...he...
Tamat dari Universitas Negeri Padang saya memilih hijrah ke Bengkulu. Berbekal ijazah S1 dan akta mengajar saya mencoba melamar pada SMK S4 PGRI.Allhamdulillah saya diterima. Dari sana saya mulai berkerja dan menggeluti bidang IT. Setiap hari saya menghabiskan waktu di depan internet. Suatu hari saya bertemu dengan mantan siswa saya, dia meminta saya untuk diwawancara. Saya bingung, untuk apa mewawancara saya. Selidik punya selidik ternyata dia bekerja di koran lokal sebagai wartawan.hmm... saya mulai berpikir, mantan siswa saya yang pada waktu saya kasih ujian kalimatnya berantakan begitu berani untuk menulis berita dan menjadi wartawan. Walaupun hanya koran lokal yang mungkin tidak terlalu diminati tetapi dia tetap gigih untuk menulis dan menulis. Saya memang tidak sempat membaca hasil tulisannya tapi saya salut dengan keberaniannya untuk mencoba.
Terinspirasi dari dia saya kembali mencoba mengasah minat saya dalam tulis menulis.saya membaca buku-buku, novel-novel ataupun membaca cerita-cerita dari internet hanya untuk menambah wawasan dan menggali inspirasi saya untuk bisa menulis.Kadang saya bertanya dengan teman-teman bagaimana caranya bisa menulis berita, tetapi tetap saja harus dipraktekkan dan dicoba.Saya sering tersenyum sendiri melihat hasil tulisan saya yang kalimatnya agak berantakan sehingga membuat saya malu untuk mempublikasikannya. Sahabat saya Wilson Lalengke yang rajin menulis di Berita Indonesia pernah mengirimkan saya artikel "trik-trik menulis berita" dan berjanji jika saya mau menulis dia akan membantu memperbaiki apabila ada kesalahan di kalimat saya. Tapi tetap saja hingga dia menyelesaikan studinya belum satupun tulisan yang saya tulis.Saya benar=benar tidak percaya diri untuk itu.Tapi akhirnya saya beranikan diri. Alhamdulillah sekarang saya sudah punya blog pribadi. Dengan blog ini saya mencoba menceritakan pengalaman, saran, ide ataupun apa yang saya rasakan menjadi sebuah tulisan. Walau hanya satu kalimat tapi mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi ilmu, semangat dan harapan bagi orang lain. Mari Belajar Menulis Berita, karena dengan menulis kita pun belajar untuk "Membaca". Semoga Sukses

Rabu, 07 Januari 2009

Keindahan Pulau Enggano





Sepenggal cerita waktu travelling ke Pulau Enggano
Gara-gara hardisk externalku diserbu virus aku jadi kehilangan foto2 yang sangat berarti bagiku. Karena malas mengscan itu hardisk dari Virus akhirnya format ulang aja. Untung persahabatanku dengan seorang pemuda dari Pakistan di awal tahun 2006 membuat aku rajin mengirim email dan menyimpan beberapa fotoku di email tersebut.karena kesuntukannya bekerja di Perusahaan Minyak terbesar di dunia "ARAMCO" membuat dia jenuh sehingga selalu minta dikirimkan foto2 yang bernuansa alam.dan aku pun senang mendokumentasikan setiap perjalanan yang ku lewati.

Hingga tanpa sengaja entah dari mana awalnya di bulan Maret 2007 aku di ajak teman yang mengajar di SMK N4 Bengkulu untuk menemani siswa-siswi kelautan berlayar ke Pulau Enggano.Awalnya ragu dan sempat was-was karena jaraknya yang jauh tapi penasaran juga, rencana berangkat tanggal 17 Maret 2007 akhirnya molor jadi 25 Maret 2007 karena cuaca kurang bagus dan kapal Raja Enggano belum masuk pelabuhan.

Tepat dihari sabtu dapat kabar Kapal Raja Enggano ada di pelabuhan Pulau Bai, akhirnya tanpa pikir panjang kita naik untuk berlayar ke pulau Enggano.Tepat jam 18.00 Wib Kapal Raja Enggano meninggalkan pelabuhan pulau bai Bengkulu. Keluar dari pelabuhan terjangan ombak samudera hindia pelan-pelan menghantam Kapal. Kapal yang hanya ditutupi terpal itu lama kelamaan berada ditengah lautan.

Setelah Shalat Magrib kamipun makan malam, tidak ada kamar-kamaran jadi disitu duduk, disitu makan dan disitu tidur. Selesai makan kamipun tidur, tidak ada yang diperbolehkan berkeliaran. Karena minum obat antimabuk, saya benar-benar tertidur, bangun jam 5 pagi Pulau Enggano sudah mulai terlihat. Jam 07.00 Wib dihari minggu kapal akan merapat ke Pelabuhan Kahyapu. Gelap berangsur-angsur terang beberapa pulau seperti Pulau merbau mulai terlihat tidak jauh dari pulau enggano.Tepat Pukul 07.00 WIB kapal pun merapat serasa mimpi setelah 12 Jam di Kapal akhirnya kamipun menginjakkan kaki dipulau Enggano.

Masih sangat asli, belum tersentuh apa-apa. Setelah menunggu beberapa pedagang yang membongkar barang dagangannya dari kapal dengan menumpang mobil pickup kami mulai masuk ke dalam pulau. Tujuannya adalah rumah teman di Pelabuhan Malakoni. 19 Km dari Pelabuhan Kahyapu. Beruntung saya dan teman dapat duduk di samping supir sementara penumpang yang lain di belakang dengan bak terbuka. Jalanan yang dilewati adalah jalan koral, masih hutan belantara. Rumah penduduk adalah rumah panggung. kira-kira 7 Km dari Pelabuhan kita menemui sebuah sekolah yang semi permanen. SMA Pancasila merupakan satu2nya SMA di Pulau tersebut. Penduduk pulau belum terlalu ramai sehingga dalam perjalanan jarang sekali bertemu dengan orang,hanya ada beberapa perkampungan yang tidak padat. Sepi... serasa pergi jauh kami tidak menemukan sinyal telpon celular. tapi waktu di Malakoni baru dapat sinyal mentari. sepertinya hanya indosat. Malakoni disamping Pelabuhan juga sebagai ibukota kecamatan Enggano, hal ini terlihat dari beberapa bangunan kantor. Ada kantor bea dan cukai dan lain-lain.

Beberapa orang penduduk pagi itu sibuk bergegas ke gereja yang ada tepat didepan rumah teman saya pak wira. Karena lapar kami tidak terlalu memperhatikan rutinitas penduduk pulau tersebut.Pagi itu kami mencari ikan asin yang merupakan ciri khas pulau enggano. Kalau di Bengkulu harganya bisa 20 ribu perkilo tetapi disana hanya 8 ribu perkilo. Agak susah memang mendapatkannya karena rata-rata penduduk tidak berani kelaut karena beberapa hari ini ombak laut agak besar.Setelah mendapatkan ikan asin dan memasaknya kamipun makan sepuasnya.

Setelah mandi kamipun jalan-jalan di Pelabuhan Malakoni. di bibir pantai ini saya melihat kepiting laut banyak sekali. Pantai yang jernih. setelah mengabadikan dengan kamera kami pun bersiap-siap ke Pelabuhan karena jam 18.00 kapal Raja Enggano akan berangkat lagi ke Bengkulu. Tepat jam 15.00 Wib kami mendapat tumpangan mobil ke pelabuhan.karena bangku depan sudah penuh akhirnya kami duduk di bak belakang.Duduk di atas peti ikan bersama penumpang yang lain yang mau ke Bengkulu.Benar-benar petualangan yang mengesankan sehari di Pulau Enggano
ini cerita singkat tentang Pulau Enggano

Pulau Enggano adalah salah satu pulau terluar di Indoensia, secara administratif berada di Provinsi Bengkulu Kabupaten Bengkulu Utara. Waktu yang dibutuhkan untuk sampai di pulau enggano + 12 jam (tergantung cuaca) armada laut yang melayani rute ini hanya 1 yaitu Kapal Fery Raja Enggano yang datang ke enggano 2 kali seminggu (tergantung cuaca juga).

Pulau Enggano memiliki panjang + 47 KM dan lebar + 17 KM dan juga terdapat pulau-pulau kecil seperti pulau Merbau, Pulau dua dan Pulau Bangkai.

Kecamatan Enggano terbagi dalam 6 Desa yaitu Desa Kahyapu, Desa Kaana, Desa Malakoni, Desa Apoho, Desa Meok dan Desa Banjar Sari. Masyarakat pulau enggano + 3000 jiwa, yang tersebar di 6 desa tersebut.