Meike Blog

Blog ini sebagai tempat aku menyimpan catatan perjalananku,curahan hatiku, tempat aku mengekspresikan diriku, tempat aku bercerita, entah dengan kata-kata atau dengan DIAM sekalipun...

Selasa, 08 Mei 2018


  • MY TRIP MY ADVENTURE

Sabtu 28 April 2018 saya punya kesempatan menjelajah ke Magetan Jawa Timur. Sebuah daerah yang berada diperbatasan Propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Perjalanan selama 10 jam dari Stasiun Pasar Senen  dengan kereta api Gaya Baru Malang Selatan. Berangkat dari stasiun senen tepat pukul 10.15 Wib dan sampai di Magetan pukul 22.15 Wib. Dari stasiun barat  kami sudah dijemput pak le nya bu Rahma menuju Desa Bangsri, Kecamatan Ngariboyo, Kab Magetan Jawa Timur. Perjalanan ditempuh sekitar 1 jam. Sampai di desa Bangsri kami  disambut mbah dan keluarga yang lain. Dinginnya udara pengunungan mulai terasa sehingga saya hanya mampu untuk cuci muka dan bersih2 karena sangat dingin sekali. Usai bersih2 kami disunguhi lontong dengan sambel kacang yang menjadi ciri khas daerah tersebut bersama teh manis hangat cukuplah untuk mengisi perut setelah menempuh perjalanan selama 10 Jam.
Pagi Minggu nya kami berangkat ke Jambangan Paron Ngawi Jawa Timur untuk menghadiri pesta pernikahan kerabat, yang memang itu menjadi agenda utama kami dalam perjalanan kali ini. Perjalanan juga ditempuh hampir 1 Jam. Selama 3 Jam kami disana tepat azan zuhur dan selesai makan siang kami kembali ke Magetan. Namun sebelum pulang ke rumah kami menyempatkan diri dulu untuk mampir ke telaga sarangan. Telaga yang berada di daerah pegunungan gunung lawu ini tidak terlalu besar tapi kedalamannya mencapai 28 meter.
Di Telaga ini kami menikmati sunset sambil berselfi ria dan memberanikan diri mengarungi telaga menggunakan speadboat. Awalnya saya sempat ragu dan takut, karena saya tidak pandai berenang, tapi rasa takut itu dikalahkan oleh rasa penasaran. Akhirnya jadilah kita berspeadboat selama satu putaran telaga.
Dihari ke tiga sebelum pulang kami menyempatkan diri ke taman yang ada di gunung. Saya tidak tahu namanya, dan lupa menanyakan saking terpesonanya dengan hijaunya pegunungan dan sejuknya udara. Sungguh lukisan alam yang luar biasa. Sebenarnya belum terlalu puas menikmati suasana di Magetan. Masih banyak tempat-tempat wisata yang belum dikunjungi, tapi lagi-lagi waktu yang terbatas dan rutinitas kerja yang sudah menunggu membuat kami harus segera kembali ke Jakarta dengan hutan beton, polusi dan segala kebisingan lagi. Mudah-mudahan di liburan selanjutnya dapat kembali ke sana untuk menikmati suasana gunung lawu kembali...




Senin, 07 Mei 2018

LAMA TIDAK NGEBLOG

Sudah lama tidak ngeblog... berarti sudah lama juga tidak menulis di blog ini... memang akhir-akhir ini agak kehilangan ide dalam menulis. walaupun saya tahu menulis sangat penting untuk mengasah diri dalam menyampaikan apa yang tersirat.


Kamis, 29 April 2010

Hujan Membawa Bayanganmu Pergi...

raining Pictures, Images and Photos

Hujan Membawa Bayanganmu pergi...
Tanpa kata tanpa pesan

Aku tak ingin mengingatmu lagi
Seperti rintik2 hujan yang turun ke bumi
Datang dan berlalu

Andai sore ini tak turun hujan
Mungkin masih ada bayanganmu menemaniku
Tapi Hujan telah membawa bayanganmu pergi
Dan aku sudah tidak berharap lagi...

Jonggol, April 2010

Hujan

Colorful Nature Pictures, Images and Photos
Happy Birthday Pictures, Images and Photos

Minggu, 18 April 2010

Alangkah Lucunya (Negeri Ini)

Film garapan sutradara sekaligus aktor kawakan Deddy Mizwar yang berjudul Alangkah Lucunya (Negeri Ini) atau boleh juga disingkat ALNI ini akan ditayangkan di bioskop mulai hari ini (15 April 2010). Mumpung hari Minggu dan libur, ya daripada bete akhirnya jalan2 ke Mall Lippo Cikarang. Ehh.. kebetulan ada pemutaran perdana FILM LUCUNYA (NEGERI INI).

Seperti karya-karya film Deddy Mizwar lainnya yang terinspirasi dari kehidupan nyata sehari-hari, film ini juga memotret sebuah kisah kehidupan jalanan yaitu para pencopet dengan berbagai tingkah polahnya. Beberapa aktor besar peraih Piala Citra ikut bermain di film ini, seperti Deddy Mizwar, Slamet Raharjo, Tio Pakusadewo, dan lain-lain, yang memberi keyakinan bahwa film ini berkualitas dan memang layak ditonton.


Deskripsi...
Sejak lulus S1 Manajemen, Hampir 2 (dua) tahun Muluk belum mendapatkan pekerjaan, meskipun selalu gagal, ia tak pernah putus asa mencari kerja. Pak Makbul (Dedi Mizwar) ayah Muluk, selalu membanggakan anaknya dan meyakinkan pentikannya pendidikan kepada kawan akrabnya sejak dari pesantren bernama Haji Sarbini (Jaja Miharja), yang selalu merasa pendidikan tak terlalu penting. Dalam keseharian mereka topik ini selalu menjadi "Menu" Utama.

Di sisi lain Muluk yang masih sibuk mencari pekerjaan mendapati Komet sedang mencopet di pasar tradisional. Pertemuan Muluk dengan pencopet bernama Komet tak disangka membuka peluang kerja bagi Muluk. Komet membawa muluk ke markasnya, lalu memperkenalkannya kepada sang bos bernama Jarot.

Muluk kaget ketika tahu ternyata di markas itu berkumpul anak-anak seusia Komet, yang kerjanya hanya mencopet. Jarot - Sang Boss, dengan penuh curiga mengintrograsi Muluk dan akhirnya mengganggap muluk cukup bisa dipercaya, hingga Jarot menerangkan bahwa dia membagi anak asuhnya dalam tiga kelompok copet : Copet Mall, Copet Pasar dan Copet Angkot.

Akal Muluk berputar dan ia melihat adanya peluang, kemudian ditawarkannya kerjasama kepada Jarot. Ia memberi keyakinan kepada para pencopet bahwa sebagai Sarjana Manajemen ia dapat mengelola keuangan mereka, dan meminta imbalan 10% dari hasil nyopet anak-anak itu, termasuk biaya untuk mendidik mereka. Awalnya gagasan ini ditentang habis oleh para pencopet termasuk Jarot, Namun dengan “PRESENTASI” Yang menarik dan cukup masuk “AKAL”,mereka menerima lamaran Muluk sebagai “MANAJER” Mereka.

Hari berlalu, Muluk mulai mengelola “USAHA” Barunya… Pak Makbul-Ayah Muluk, Senang melihat anaknya sudah bekerja. Apalagi, Seperti pengakuan Muluk, Ia bekerja di Bagian SDM (SUMBER DAYA MANUSIA). Pak Makbul segera memberitahu Haji Sarbini Ayah Rahma Calon Besannya.

“USAHA” yang di kelola Muluk berbuah, Namun dihati kecilnya tergerak niat untuk mengarahkan para pencopet agar mereka merubah profesinya. Namun persoalannya tak sesederhana seperti yang ia pikirkan, para pencopet menolak gagasan Muluk untuk “MEMANUSIAKAN” Lewat Program Pendidikan Rancangannya,Lagi-lagi Muluk berhasil meyakinkan Jarot-Sang Boss.

Program Pendidikan untuk para pencopet mulai berlangsung. Muluk kemudian meminta bantuan dua rekannya, Samsul-Sarjana Pendidikan, yang kerjanya cuma main gaple di Pos Ronda dan Pipit juga Sarjana D3, yang kerjanya cuma mengadu keberuntungan mengikuti program kuis di TV. Setelah melewati perdebatan panjang mereka sepakat membantu Muluk. Mereka berbagi tugas mengajar, mulai dari pelajaran membaca, menulis hingga pelajaran Agama, Budi Pekerti dan Kewarganegaraan.

Berbagai keunikan serta kelucuan muncul saat para pencopet belajar, Maklum mereka bukan anak yang besar di lingkungan rumah yang baik. Kesabaran para "GURU" diuji, Muluk yang selalu tegus dalam niat terus meyakinkan dua sobatnya bahwa pekerjaan mereka adalah kerja mulia dan banyak manfaatnya. Sementara Pak Makbul-Ayah Muluk, Haji Sarbini-Calon Mertua Mulu, juga Haji Rahmat - Ayah Pipit, senang pula melihat anak-anak mereka sudah bekerja.

Yang penting banyak sekali pesan moral yang disampaikan dalam film ini, kehidupan Indonesia zaman sekarang yang penuh dengan Korupsi...tidak ada bedanya dengan kehidupan para pencopet, hanya saja pencopet tidak berpendidikan sehingga yang bisa dicopetpun terbatas, sementara koruptor adalah pencopet yang berpendidikan sehingga uang yang dicopet pun bisa lebih banyak. Pencopet buta huruf sehingga sewaktu di uber2 massa lari justru ke kantor polisi, sementara koruptor pintar membaca sehingga tidak perlu tertangkap apa bila ketahuan. Yang penting film ini benar2 lucu... penuh pesan dan sangat menyentuh.... beginilah potret hidup Indonesia zaman sekarang.Pencopet di uber-uber... sementara koruptor..dibiarkan bebas... lepas...

Kamis, 08 April 2010

Keindahan Hidup dalam Suasana yang Berbeda...

Lama sudah tidak pernah nulis lagi di blog, ada keinginan untuk menulis tapi bingung harus memulai dari mana dan menulis tentang apa? Tentang seseorang? tentang cinta? tentang kehidupan? bagusnya tentang apa ya? he...he.. kog malah balik nanya...
Satu tahun belakangan ini aku hijrah ke Jonggol Bogor. Sebuah kota arah timur pulau jawa,jika anda pergi ke Bandung menggunakan jalan alternatif Cianjur maka keluar pintu tol cibubur ambil jalur arah Ciulengsi kira-kira 14 Km dari Ciulengsi kita akan tiba di Jonggol. Hanya satu jam perjalanan kita sudah menemukan suasana yang jauh berbeda dari kota Jakarta. Pemandangan sawah hijau membentang masih bisa dinikmati disini,masih tenang dan jauh dari suasana berisik, apalagi polusi.
Tidak pernah ada dalam cita-cita maupun rencana hidup yang pernah ku susun untuk tinggal di kota ini, tapi sebagai seorang musafir jika takdir hidup membawaku ke sini aku pun hanya bisa menikmati dengan segala suka cita, dan berharap ada perubahan yang berarti nanti bagi kehidupanku ke depan.
Hampir satu tahun tinggal di kota ini, beradaptasi dengan masyarakat bersuku sunda memberi warna baru bagi kehidupanku.Awalnya sangat asing sekali, mulai dari bahasa yang tidak ku mengerti,sampai pandangan hidup yang tidak sepaham, tapi sudahlah itu bukan sebuah hal yang patut diperdebatkan,yang penting sebagai seorang musafir aku hanya ingin menikmati persingahan sementaraku di kota ini, dan berharap suatu saat cita-cita dan sebuah harapan membawaku pergi dari kota ini semua akan menjadi sebuah kenangan yang tidak pernah terlupakan.
Pagi tadi pengurus kontrakan tempatku tinggal bilang pusing...ni (singkatan uni, karena aku orang padang)... dijanjiin terus, ini belum bayar, itu belum bayar, katanya kemaren nggak tau nya sekarang belum bayar... itu sebuah contoh cerita hidup yang kunikmati di kota ini. Sebagai pendatang aku mengontrak bulanan sebuah rumah kontrakan, ada 30 pintu semuanya. Aku tidak tau persis apa pekerjaan penghuni kontrakan yang lain dan tidak sempat pula menanyakan satu persatu karena pagi2 aku sudah sibuk menyiapkan diri untuk berangkat bekerja dan pulang sore hari dengan badan yang sudah pegel2. Kalau ceh yayat datang membantuku mencuci pakaian ya cuma sama dia aku bisa cerita, itupun antara nyambung dan enggak. Hanya sebatas cerita2 ringan disela-sela dia mencuci pakaian atau mencuci piring.
Hidup dilingkungan berbeda dari kehidupan yang pernah ku jalani memberikan warna tersendiri bagiku, terasing disebuah tempat tanpa siapa2 membuat aku lebih memahami inilah kehidupan yang sebenarnya.Sebagai seorang musafir aku mencatat semua ini dalam buku harianku yang tidak akan pernah ku lupakan nanti. Kehidupan ini adalah sebuah proses dan aku ingin menikmati proses yang berbeda, karena perbedaan itu adalah keindahan. Bukankah kita bisa menikmati keindahan pelangi karena ada perbedaan warna dan keindahan hidup tentu karena ada perbedaan pengalaman, perbedaan tokoh2 yang hadir dalam kehidupan kita... semoga kedepan lebih baik lagi. Amin...

Jonggol, April 2010

Kamis, 13 Agustus 2009

Indahnya Persahabatan...

Sekedar mencurahkan isi hati dan perasaan tentang arti sebuah persahabatan. Sahabat dan teman adalah dua hal yang berbeda. Mencari seorang sahabat berbeda dengan mencari teman. Saya lebih senang menyebut orang yang begitu dekat dengan istilah sahabat dan menyebut orang yang tidak terlalu dekat dengan teman. Dalam setiap roda kehidupan kita akan dengan mudah menemukan teman tapi gampang-gampang susah menemukan sahabat.
Alhamdulillah dalam perjalanan hidup ini Allah menghadirkan teman-teman yang akhirnya berubah menjadi sahabat. Walau jarak telah memisahkan kami, keinginan, cita-cita, garis hidup membuat kami terpisah satu sama lain namun semua itu tidak mampu melupakan kenangan2 yang pernah kami rangkai bersama. Saling mengingatkan dikala lupa, saling menghibur dikala sedih.
Terima Kasih ya Allah... Engkau telah hadirkan sahabat-sahabat terbaik dalam hidupku. Yang ada di seluruh Indonesia.Hmm...iya...seluruh Indonesia, dari sabang sampai merauke. Ini adalah anugerah terindah bagiku. kemanapun kaki ini melangkah aku tidak perlu takut karena disetiap hentakan kaki ini disana ada sahabat terbaikku. Walau jarak memisahkan kita, namun kebaikan, kenangan2 tetap tersimpan dalam lubuk hatiku. Terima kasih sahabat2ku yang tidak bisa kusebutkan satu persatu...kehadiranmu telah melengkapi hidupku, telah membangkitkan semangatku,hingga aku menyadari hidup ini begitu indah dengan adanya persahabatan.oww... indahnya persahabatan ini