Meike Blog

Blog ini sebagai tempat aku menyimpan catatan perjalananku,curahan hatiku, tempat aku mengekspresikan diriku, tempat aku bercerita, entah dengan kata-kata atau dengan DIAM sekalipun...

Rabu, 20 April 2016
























EFISIENSI PEKERJAAN KANTOR
Dalam menggunakan waktu seseorang harus menggunakan prinsip efisiensi dan efektivitas. Efesiensi dimaksudkan bahwa waktu yang digunakan harus optimal (bukan berpatokan pada panjang dan pendeknya waktu). Dengan prinsip efisien seseorang akan menggunakan waktu sebaik mungkin. Sedangkan efektivitas berkaitan dengan memanfaatkan waktu untuk tujuan yang tepat.
Efesiensi memiliki arti secara singkat “hemat segala-galanya” atau usaha menghemat materi, tenaga, waktu dan sebagainya dalam rangka mengerjakan sesuatu untuk mencapat tujuan tertentu. Efesiensi kerja adalah pelaksanaan pekerjaan dengan cara-cara tertentu tanpa mengurangi tujuan yang dikerjakan dengan cara paling mudah mengerjakannya, paling murah biayanya, paling sedikit tenaganya, paling ringan bebannya, paling singkat waktunya. Didalam kantor seorang pegawai yang bekerja efisien pasti memiliki kecepatan dalam bekerja, atau dia ingin mengerjakan pekerjaannya dalam waktu singkat. Seorang pegawai yang bekerja tidak efisien, sudah pasti kerjanya lamban, sehingga orang tersebut menjadi malas.
Efesiensi kerja pada umumnya merupakan perwujudan dari cara-cara bekerja yang efesien, dilihat dari segi usaha yang meliputi 3 unsur yaitu waktu, biaya dan metode kerja (tenaga dan pikiran) suatu cara bekerja yang efisien ialah cara yang dengan tanpa sedikitpun mengurangi hasil yang hendak dicapai yaitu :
1.      Cara yang mudah
2.      Cara yang teringan
3.      Cara yang tercepat
4.      Cara yang tersingkat
5.      Cara yang termurah
A.Asas-asas Efisiensi dalam Bekerja

1.      Asas Perencanaan
Segala sesuatu kegiatan harus punya perencanaan, supaya bisa dijalankan dengan benar, tepat, dapat dikontrol dan juga dapat dievaluasi, sehingga diperoleh hasil yang maksimal (sebesar-besarnya)
Perencanaan berarti penetapan langkah-langkah tindakan yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan dengan mengadakan perhitungan-perhitungan secara matang dan pertimbangan-pertimbangan sebaiknya.
2.      Asas penyederhanaan
Penyederhanaan dilakukan dengan tujuan supaya suatu pekerjaan menjadi lebih mudah atau lebih ringan untuk dikerjakan.
Asas ini meliputi penggunaan cara-cara yang lebih mudah, praktis dan cepat. Dalam pelaksanaan asas ini biasanya dilakukan penelitian tentang penggunaan aktu dan gerak (time and motion study) dan penelitian terhadap susunan organisasi dan tata kerja (organization method)
3.      Asas penghematan
Penghematan berarti pencegahan penggunaan material dan uang secara berlebihan, sehingga biaya pekerjaan tersebut menjadi tidak boros. Asas ini meliputi penetapan pedoman tentang perhitungan biaya dan kemanfaatannya, pedoman tentang perhitungan kebutuhan warkat, pedoman tentang mekanisasi pekerjaan kantor dan pengurusan mesin kantor, pedoman tentang perhitungan formulir-formulir.
4.      Asas Penghapusan
Menghapus atau meniadakan sesuatu kegiatan yang dianggap kurang perlu, sudah tentu yang tidak punya dengan hasil yang hendak dicapai. Dalam asas ini dilakukan pertimbangan-pertimbangan tentang kegiatan-kegiatan yang dianggap kurang perlu sehingga sebaiknya dihapuskan atau ditiadakan.
5.      Asas Penggabungan
Menggabungkan atau menyatukan beberapa kegiatan yang memiliki persamaan dalam kemungkinan bisa dikerjakan sekaligus bersamaan sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga, asas ini mempertimbangkan langkah-langkah dan tindakan yang perlu digabungkan sehingga lebih efisien.

B. Syarat-syarat Efisiensi Kerja
Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar efesiensi kerja tercapai. Yaitu...
1.      Pekerjaan yang dikerjakan berguna target dan hasil kerja tercapai sesuai dengan yang ditetapkan.
2.      Dalam pelaksanaan harus ekonomis, bersifat ekonomis dalam arti biaya, tenaga kerja, bahan, waktu, peralatan, ruang dan lain-lain semua dipakai dengan setepat-tepatnya, tidak terjadi pemborosan
3.      Pelaksanaan kerja dapat dipertanggungjawabkan. Semua pelaksanaan dapat dipertanggungjawabkan dalam arti tidak akan terjadi hal-hal yang menyeleweng dari yang telah ditetapkan.
4.      Ada pembagian kerja yang jelas. Dengan perhitungan tidak mungkin pekerjaan hanya dikerjakan oleh seseorang, maka pembagian kerja perlu dilakukan.
5.      Wewenang dan tanggung jawab harus sama. Yang dimaksud adalah wewenang dan tanggung jawab dari pimpinan yang bersangkutan.
6.      Prosedur kerja harus praktis. Pekerjaan yang dimaksud memang dapat dilaksanakan dengan lancar dan tidak sulit.
EFISIENSI PEKERJAAN KANTOR
Dalam menggunakan waktu seseorang harus menggunakan prinsip efisiensi dan efektivitas. Efesiensi dimaksudkan bahwa waktu yang digunakan harus optimal (bukan berpatokan pada panjang dan pendeknya waktu). Dengan prinsip efisien seseorang akan menggunakan waktu sebaik mungkin. Sedangkan efektivitas berkaitan dengan memanfaatkan waktu untuk tujuan yang tepat.
Efesiensi memiliki arti secara singkat “hemat segala-galanya” atau usaha menghemat materi, tenaga, waktu dan sebagainya dalam rangka mengerjakan sesuatu untuk mencapat tujuan tertentu. Efesiensi kerja adalah pelaksanaan pekerjaan dengan cara-cara tertentu tanpa mengurangi tujuan yang dikerjakan dengan cara paling mudah mengerjakannya, paling murah biayanya, paling sedikit tenaganya, paling ringan bebannya, paling singkat waktunya. Didalam kantor seorang pegawai yang bekerja efisien pasti memiliki kecepatan dalam bekerja, atau dia ingin mengerjakan pekerjaannya dalam waktu singkat. Seorang pegawai yang bekerja tidak efisien, sudah pasti kerjanya lamban, sehingga orang tersebut menjadi malas.
Efesiensi kerja pada umumnya merupakan perwujudan dari cara-cara bekerja yang efesien, dilihat dari segi usaha yang meliputi 3 unsur yaitu waktu, biaya dan metode kerja (tenaga dan pikiran) suatu cara bekerja yang efisien ialah cara yang dengan tanpa sedikitpun mengurangi hasil yang hendak dicapai yaitu :
1.      Cara yang mudah
2.      Cara yang teringan
3.      Cara yang tercepat
4.      Cara yang tersingkat
5.      Cara yang termurah
A.Asas-asas Efisiensi dalam Bekerja

1.      Asas Perencanaan
Segala sesuatu kegiatan harus punya perencanaan, supaya bisa dijalankan dengan benar, tepat, dapat dikontrol dan juga dapat dievaluasi, sehingga diperoleh hasil yang maksimal (sebesar-besarnya)
Perencanaan berarti penetapan langkah-langkah tindakan yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan dengan mengadakan perhitungan-perhitungan secara matang dan pertimbangan-pertimbangan sebaiknya.
2.      Asas penyederhanaan
Penyederhanaan dilakukan dengan tujuan supaya suatu pekerjaan menjadi lebih mudah atau lebih ringan untuk dikerjakan.
Asas ini meliputi penggunaan cara-cara yang lebih mudah, praktis dan cepat. Dalam pelaksanaan asas ini biasanya dilakukan penelitian tentang penggunaan aktu dan gerak (time and motion study) dan penelitian terhadap susunan organisasi dan tata kerja (organization method)
3.      Asas penghematan
Penghematan berarti pencegahan penggunaan material dan uang secara berlebihan, sehingga biaya pekerjaan tersebut menjadi tidak boros. Asas ini meliputi penetapan pedoman tentang perhitungan biaya dan kemanfaatannya, pedoman tentang perhitungan kebutuhan warkat, pedoman tentang mekanisasi pekerjaan kantor dan pengurusan mesin kantor, pedoman tentang perhitungan formulir-formulir.
4.      Asas Penghapusan
Menghapus atau meniadakan sesuatu kegiatan yang dianggap kurang perlu, sudah tentu yang tidak punya dengan hasil yang hendak dicapai. Dalam asas ini dilakukan pertimbangan-pertimbangan tentang kegiatan-kegiatan yang dianggap kurang perlu sehingga sebaiknya dihapuskan atau ditiadakan.
5.      Asas Penggabungan
Menggabungkan atau menyatukan beberapa kegiatan yang memiliki persamaan dalam kemungkinan bisa dikerjakan sekaligus bersamaan sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga, asas ini mempertimbangkan langkah-langkah dan tindakan yang perlu digabungkan sehingga lebih efisien.

B. Syarat-syarat Efisiensi Kerja
Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar efesiensi kerja tercapai. Yaitu...
1.   Pekerjaan yang dikerjakan berguna target dan hasil kerja tercapai sesuai dengan yang ditetapkan.
2.   Dalam pelaksanaan harus ekonomis, bersifat ekonomis dalam arti biaya, tenaga kerja, bahan, waktu, peralatan, ruang dan lain-lain semua dipakai dengan setepat-tepatnya, tidak terjadi pemborosan
3. Pelaksanaan kerja dapat dipertanggungjawabkan. Semua pelaksanaan dapat dipertanggungjawabkan dalam arti tidak akan terjadi hal-hal yang menyeleweng dari yang telah ditetapkan.
4.   Ada pembagian kerja yang jelas. Dengan perhitungan tidak mungkin pekerjaan hanya dikerjakan oleh seseorang, maka pembagian kerja perlu dilakukan.
5.  Wewenang dan tanggung jawab harus sama. Yang dimaksud adalah wewenang dan tanggung jawab dari pimpinan yang bersangkutan.
6.    Prosedur kerja harus praktis. Pekerjaan yang dimaksud memang dapat dilaksanakan dengan lancar dan tidak sulit.


Selamat dan Sukses 
http://meike.bengkulu.blogspot.com

Rabu, 25 November 2015

Administrasi Keuangan (Administrasi Gaji dan Upah)


Peraturan Ini berlaku untuk semua karyawan golongan I – IIIPrinsip kerja lembur pada dasatnya bersifat sukarela, kecuali dalam kondisi tertentu pekerjaan harus segera diselesaikan untuk kepentingan perusahaan.

Waktu kerja lembur adalah waktu kerja yang melebihi 7 jam sehari untuk 6 hari kerja dan 40 jam dalam seminggu atau 8 jam sehari untuk 8 hari kerja dan 40 jam dalam seminggu atau waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan Pemerintah (Pasal 1 ayat 1 Peraturan Menteri no.102/MEN/VI/2004).

Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 jam/hari dan 14 jam dalam 1 minggu diluar istirahat mingguan atau hari libur resmi.

Ketentuan kerja lembur (Pasal 6 Peraturan Menteri no.102/MEN/VI/2004):
  1. Untuk melakukan kerja lembur harus ada perintah tertulis dari pengusaha dan persetujuan tertulis dari pekerja/buruh yang bersangkutan.
  2. Perintah tertulis dan persetujuan tertulis dibuat dalam bentuk daftar pekerja/buruh yang bersedia bekerja lembur  yang ditandatangani oleh pekerja/buruh yang bersangkutandan pengusaha.

Perusahaan yang mempekerjakan pekerja/buruh selama waktu kerja lembur berkewajiban (Pasal 7 Peraturan Menteri no.102/MEN/VI/2004) :

  1. membayar upah kerja lembur.
  2. memberi kesempatan untuk istirahat secukupnya.
  3. memberikan makanan dan minuman sekurang-kurangnya 1.400 kalori apabila kerja lembur dilakukan selama 3 (tiga) jam atau lebih. (Pemberian makan dan minum sebagaimana dimaksud tidak boleh diganti dengan uang).

 TARIF UPAH LEMBUR

Perhitungan Upah Lembur didasarkan upah bulanan dengan cara menghitung upah sejam adalah 1/173 upah sebulan.

1.        Tarif upah lembur:
1/173 x Gaji Pokok
2.        Perhitungan lembur dilakukan pada hari kerja biasa:
  • Untuk jam pertama adalah 1,5 kali TUL.
  • Untuk jam-jam berikutnya adalah sebesar 2 kali TUL.
  • Lebih dari jam 19.30 WIB akan mendapatkan 1 kali tunjangan makan.
  • Lebih dari jam 22.30 WIB akan mendapatkan 1 kali tunjangan transport.
3.        Perhitungan lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan atau hari raya resmi:
  • Untuk setiap jam dalam batas waktu 7 (tujuh) jam pertama adalah sebesar dua kali TUL.
  • Untuk jam ke 8 (delapan) sebesar 3 kali TUL.
  • Untuk jam ke 9 (sembilan) dan seterusnya adalah sebesar empat kali TUL.
4.  Pekerjaan lembur kurang dari ½ (setengah) jam sehari tidak diperhitungkan dengan upah lembur.
5.    Ketentuan upah lembur hanya berlaku untuk karyawan dengan golongan I-III atau dinyatakan lain dalam perjanjian kerja.
6.     Untuk karyawan shift, bilamana hari tugasnya jatuh pada hari libur resmi (raya), maka jam kerja pada hari tersebut dihitung sebagai kerja lembur, dan perhitungan upah lemburnya mempergunakan perhitungan jam lembur hari raya.

Cara perhitungan upah kerja lembur sebagai berikut :
1.        Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja :
a.      untuk jam kerja lembur pertama harus dibayar upah sebesar 1,5 (satu setengah) kali upah sejam;
b.    untuk setiap jam kerja lembur berikutnya harus dibayar upah sebesar 2(dua) kali upah sejam.
2.   Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja 40 (empat puluh) jam seminggu maka :
a.  perhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, dan jam kedelapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur kesembilan dan kesepuluh dibayar 4 (empat) kali upah sejam.
b.    apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek perhitungan upah lembur 5 (lima) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam keenam 3(tiga) kali upah sejam dan jam lembur ketujuh dan kedelapan 4 (empat) kali upah sejam.
3.  Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 5 (lima) hari kerja dan 40 (empat puluh) jam seminggu, maka perhitungan upah kerja lembur untuk 8 (delapan) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam kesembilan dibayar 3(tiga) kali upah sejam dan jam kesepuluh dan kesebelas 4 (empat) kali upah sejam.

C.  TUNJANGAN MAKAN DAN TRANSPORT UNTUK KERJA LEMBUR


1.        Hari Kerja Biasa

Bila pekerjaan lembur dilakukan melewati jam 19.30 WIB, bila tidak disediakan makan oleh Perusahaan akan diberikan tunjangan makan yang besarnya ditetapkan oleh Perusahaan.

2.        Hari Libur / Raya

Karyawan yang melakukan pekerjaan lembur pada hari istirahat minguan atau hari libur resmi/hari raya akan mendapat tunjangan transport sesuai dengan ketentuan hari kerja biasa ditambah tunjangan makan jika lembur yang dijalani telah melewati 3 (tiga) jam kerja.

Tunjangan transport tidak berlaku bagi karyawan yang mendapat fasilitas kendaraan, sebagai kebijakan Perusahaan dapat mempertimbangkan mengganti biaya transport (mis: tol, uang parkir dll) sesuai dengan biaya sebenarnya yang dikeluarkan oleh karyawan untuk keperluan lembur tersebut.

Bila pekerjaan lembur dilakukan melewati jam 19.30 WIB, bila tidak disediakan makan oleh Perusahaan akan mendapat tunjangan makan sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Perusahaan.

D.  ADMINISTRASI


Karyawan yang akan melakukan kerja lembur harus atas permintaan atasan atau mendapat persetujuan dari atasan karyawan yang bersangkutan, yang dinyatakan dalam Surat Perintah Kerja Lembur.

SPKL yang sudah ditanda tangani oleh atasan yang bersangkutan diserahkan ke bagian HRD, untuk dibuatkan perhitungan dan pembayarannya. Pembayaran upah lembur dilakukan bersama sama dalam gaji bulan berikutnya.
Contoh Soal
Contoh 1: Hani mendapatkan upah pokok sebesar Rp 750.000 ditambah tunjangan tetap sebesar Rp 250.000, sehingga upah bulanannya sebesar Rp 1.000.000. Maka upah per jam Hani adalah Rp 5.790, 35 (1/173 dikali Rp 1.000.000). Jika Hani bekerja lembur selama 2 jam di hari kerja biasa, maka upah lembur yang didapatkannya adalah:
Rp 8.670,52 (Rp 5.780,35 x 1,5 untuk kerja lembur jam pertama)
+ Rp 11.560,69 (Rp 5.780,35 x 2 untuk kerja lembur jam kedua)
= Rp 20.231,21 (total upah lembur untuk kerja lembur selama 2 jam)
Contoh 2: Soni mendapatkan upah pokok sebesar Rp 600.000, tunjangan tetap sebesar Rp 100.000 dan tunjangan tidak tetap sebesar Rp 300.000, maka total upah bulanannya adalah Rp 1.000.000. Maka upah per jam Soni adalah Rp 4.335,26 (1/173 dikali Rp 1.000.000). Jika Soni bekerja lembur selama 2 jam di hari kerja biasa, maka upah lembur yang didapatkannya adalah:
Rp 6.502,89 (Rp 4.335,26 x 1,5 untuk kerja lembur jam pertama)
+ Rp 8.670,52 (Rp 4.335,26 x 2 untuk kerja lembur jam kedua)
= Rp 15.173,41 (total upah lembur untuk kerja lembur selama 2 jam)
.
SOAL ESSAY
Jawablah pertanyaan dibawah ini... 
1. Apa yang dimaksud dengan kerja  lembur?
2.  cara menghitung upah sejam adalah 1/173 upah sebulan. Jelaskan...
3. Jelaskan Cara perhitungan upah kerja lembur
4. Apa kewajiban Perusahaan yang mempekerjakan pekerja/buruh selama waktu kerja lembur  (Pasal 7            Peraturan Menteri no.102/MEN/VI/2004) 
5. Sebutkan  Ketentuan kerja lembur (Pasal 6 Peraturan Menteri no.102/MEN/VI/2004):

 Sumber : http://artonang.blogspot.co.id/2014/12/teknis-memahami-perhitungan-upah-lembur.html
  1. Undang-UndangNo.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,
  2. Kepmenakertrans No. Kep-233/Men/2003 Tahun 2003 tentang Jenis dan Sifat Pekerjaan yang Dijalankan Secara Terus Menerus,
  3. KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJADAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP. 102/MEN/VI/2004 TENTANG WAKTUKERJA LEMBUR DAN UPAH KERJA LEMBUR.
Note : 
Materi ini khusus untuk kelas XII AP1 dan AP 2 SMK Setia Bhakti Kota Tangerang...
To Edwin, Virya atau Andri... buku tugas di letakkan di meja ibu... Terima kasih...



Kamis, 29 April 2010

Hujan Membawa Bayanganmu Pergi...

raining Pictures, Images and Photos

Hujan Membawa Bayanganmu pergi...
Tanpa kata tanpa pesan

Aku tak ingin mengingatmu lagi
Seperti rintik2 hujan yang turun ke bumi
Datang dan berlalu

Andai sore ini tak turun hujan
Mungkin masih ada bayanganmu menemaniku
Tapi Hujan telah membawa bayanganmu pergi
Dan aku sudah tidak berharap lagi...

Jonggol, April 2010

Hujan

Colorful Nature Pictures, Images and Photos
Happy Birthday Pictures, Images and Photos

Minggu, 18 April 2010

Alangkah Lucunya (Negeri Ini)

Film garapan sutradara sekaligus aktor kawakan Deddy Mizwar yang berjudul Alangkah Lucunya (Negeri Ini) atau boleh juga disingkat ALNI ini akan ditayangkan di bioskop mulai hari ini (15 April 2010). Mumpung hari Minggu dan libur, ya daripada bete akhirnya jalan2 ke Mall Lippo Cikarang. Ehh.. kebetulan ada pemutaran perdana FILM LUCUNYA (NEGERI INI).

Seperti karya-karya film Deddy Mizwar lainnya yang terinspirasi dari kehidupan nyata sehari-hari, film ini juga memotret sebuah kisah kehidupan jalanan yaitu para pencopet dengan berbagai tingkah polahnya. Beberapa aktor besar peraih Piala Citra ikut bermain di film ini, seperti Deddy Mizwar, Slamet Raharjo, Tio Pakusadewo, dan lain-lain, yang memberi keyakinan bahwa film ini berkualitas dan memang layak ditonton.


Deskripsi...
Sejak lulus S1 Manajemen, Hampir 2 (dua) tahun Muluk belum mendapatkan pekerjaan, meskipun selalu gagal, ia tak pernah putus asa mencari kerja. Pak Makbul (Dedi Mizwar) ayah Muluk, selalu membanggakan anaknya dan meyakinkan pentikannya pendidikan kepada kawan akrabnya sejak dari pesantren bernama Haji Sarbini (Jaja Miharja), yang selalu merasa pendidikan tak terlalu penting. Dalam keseharian mereka topik ini selalu menjadi "Menu" Utama.

Di sisi lain Muluk yang masih sibuk mencari pekerjaan mendapati Komet sedang mencopet di pasar tradisional. Pertemuan Muluk dengan pencopet bernama Komet tak disangka membuka peluang kerja bagi Muluk. Komet membawa muluk ke markasnya, lalu memperkenalkannya kepada sang bos bernama Jarot.

Muluk kaget ketika tahu ternyata di markas itu berkumpul anak-anak seusia Komet, yang kerjanya hanya mencopet. Jarot - Sang Boss, dengan penuh curiga mengintrograsi Muluk dan akhirnya mengganggap muluk cukup bisa dipercaya, hingga Jarot menerangkan bahwa dia membagi anak asuhnya dalam tiga kelompok copet : Copet Mall, Copet Pasar dan Copet Angkot.

Akal Muluk berputar dan ia melihat adanya peluang, kemudian ditawarkannya kerjasama kepada Jarot. Ia memberi keyakinan kepada para pencopet bahwa sebagai Sarjana Manajemen ia dapat mengelola keuangan mereka, dan meminta imbalan 10% dari hasil nyopet anak-anak itu, termasuk biaya untuk mendidik mereka. Awalnya gagasan ini ditentang habis oleh para pencopet termasuk Jarot, Namun dengan “PRESENTASI” Yang menarik dan cukup masuk “AKAL”,mereka menerima lamaran Muluk sebagai “MANAJER” Mereka.

Hari berlalu, Muluk mulai mengelola “USAHA” Barunya… Pak Makbul-Ayah Muluk, Senang melihat anaknya sudah bekerja. Apalagi, Seperti pengakuan Muluk, Ia bekerja di Bagian SDM (SUMBER DAYA MANUSIA). Pak Makbul segera memberitahu Haji Sarbini Ayah Rahma Calon Besannya.

“USAHA” yang di kelola Muluk berbuah, Namun dihati kecilnya tergerak niat untuk mengarahkan para pencopet agar mereka merubah profesinya. Namun persoalannya tak sesederhana seperti yang ia pikirkan, para pencopet menolak gagasan Muluk untuk “MEMANUSIAKAN” Lewat Program Pendidikan Rancangannya,Lagi-lagi Muluk berhasil meyakinkan Jarot-Sang Boss.

Program Pendidikan untuk para pencopet mulai berlangsung. Muluk kemudian meminta bantuan dua rekannya, Samsul-Sarjana Pendidikan, yang kerjanya cuma main gaple di Pos Ronda dan Pipit juga Sarjana D3, yang kerjanya cuma mengadu keberuntungan mengikuti program kuis di TV. Setelah melewati perdebatan panjang mereka sepakat membantu Muluk. Mereka berbagi tugas mengajar, mulai dari pelajaran membaca, menulis hingga pelajaran Agama, Budi Pekerti dan Kewarganegaraan.

Berbagai keunikan serta kelucuan muncul saat para pencopet belajar, Maklum mereka bukan anak yang besar di lingkungan rumah yang baik. Kesabaran para "GURU" diuji, Muluk yang selalu tegus dalam niat terus meyakinkan dua sobatnya bahwa pekerjaan mereka adalah kerja mulia dan banyak manfaatnya. Sementara Pak Makbul-Ayah Muluk, Haji Sarbini-Calon Mertua Mulu, juga Haji Rahmat - Ayah Pipit, senang pula melihat anak-anak mereka sudah bekerja.

Yang penting banyak sekali pesan moral yang disampaikan dalam film ini, kehidupan Indonesia zaman sekarang yang penuh dengan Korupsi...tidak ada bedanya dengan kehidupan para pencopet, hanya saja pencopet tidak berpendidikan sehingga yang bisa dicopetpun terbatas, sementara koruptor adalah pencopet yang berpendidikan sehingga uang yang dicopet pun bisa lebih banyak. Pencopet buta huruf sehingga sewaktu di uber2 massa lari justru ke kantor polisi, sementara koruptor pintar membaca sehingga tidak perlu tertangkap apa bila ketahuan. Yang penting film ini benar2 lucu... penuh pesan dan sangat menyentuh.... beginilah potret hidup Indonesia zaman sekarang.Pencopet di uber-uber... sementara koruptor..dibiarkan bebas... lepas...

Kamis, 08 April 2010

Keindahan Hidup dalam Suasana yang Berbeda...

Lama sudah tidak pernah nulis lagi di blog, ada keinginan untuk menulis tapi bingung harus memulai dari mana dan menulis tentang apa? Tentang seseorang? tentang cinta? tentang kehidupan? bagusnya tentang apa ya? he...he.. kog malah balik nanya...
Satu tahun belakangan ini aku hijrah ke Jonggol Bogor. Sebuah kota arah timur pulau jawa,jika anda pergi ke Bandung menggunakan jalan alternatif Cianjur maka keluar pintu tol cibubur ambil jalur arah Ciulengsi kira-kira 14 Km dari Ciulengsi kita akan tiba di Jonggol. Hanya satu jam perjalanan kita sudah menemukan suasana yang jauh berbeda dari kota Jakarta. Pemandangan sawah hijau membentang masih bisa dinikmati disini,masih tenang dan jauh dari suasana berisik, apalagi polusi.
Tidak pernah ada dalam cita-cita maupun rencana hidup yang pernah ku susun untuk tinggal di kota ini, tapi sebagai seorang musafir jika takdir hidup membawaku ke sini aku pun hanya bisa menikmati dengan segala suka cita, dan berharap ada perubahan yang berarti nanti bagi kehidupanku ke depan.
Hampir satu tahun tinggal di kota ini, beradaptasi dengan masyarakat bersuku sunda memberi warna baru bagi kehidupanku.Awalnya sangat asing sekali, mulai dari bahasa yang tidak ku mengerti,sampai pandangan hidup yang tidak sepaham, tapi sudahlah itu bukan sebuah hal yang patut diperdebatkan,yang penting sebagai seorang musafir aku hanya ingin menikmati persingahan sementaraku di kota ini, dan berharap suatu saat cita-cita dan sebuah harapan membawaku pergi dari kota ini semua akan menjadi sebuah kenangan yang tidak pernah terlupakan.
Pagi tadi pengurus kontrakan tempatku tinggal bilang pusing...ni (singkatan uni, karena aku orang padang)... dijanjiin terus, ini belum bayar, itu belum bayar, katanya kemaren nggak tau nya sekarang belum bayar... itu sebuah contoh cerita hidup yang kunikmati di kota ini. Sebagai pendatang aku mengontrak bulanan sebuah rumah kontrakan, ada 30 pintu semuanya. Aku tidak tau persis apa pekerjaan penghuni kontrakan yang lain dan tidak sempat pula menanyakan satu persatu karena pagi2 aku sudah sibuk menyiapkan diri untuk berangkat bekerja dan pulang sore hari dengan badan yang sudah pegel2. Kalau ceh yayat datang membantuku mencuci pakaian ya cuma sama dia aku bisa cerita, itupun antara nyambung dan enggak. Hanya sebatas cerita2 ringan disela-sela dia mencuci pakaian atau mencuci piring.
Hidup dilingkungan berbeda dari kehidupan yang pernah ku jalani memberikan warna tersendiri bagiku, terasing disebuah tempat tanpa siapa2 membuat aku lebih memahami inilah kehidupan yang sebenarnya.Sebagai seorang musafir aku mencatat semua ini dalam buku harianku yang tidak akan pernah ku lupakan nanti. Kehidupan ini adalah sebuah proses dan aku ingin menikmati proses yang berbeda, karena perbedaan itu adalah keindahan. Bukankah kita bisa menikmati keindahan pelangi karena ada perbedaan warna dan keindahan hidup tentu karena ada perbedaan pengalaman, perbedaan tokoh2 yang hadir dalam kehidupan kita... semoga kedepan lebih baik lagi. Amin...

Jonggol, April 2010

Kamis, 13 Agustus 2009

Indahnya Persahabatan...

Sekedar mencurahkan isi hati dan perasaan tentang arti sebuah persahabatan. Sahabat dan teman adalah dua hal yang berbeda. Mencari seorang sahabat berbeda dengan mencari teman. Saya lebih senang menyebut orang yang begitu dekat dengan istilah sahabat dan menyebut orang yang tidak terlalu dekat dengan teman. Dalam setiap roda kehidupan kita akan dengan mudah menemukan teman tapi gampang-gampang susah menemukan sahabat.
Alhamdulillah dalam perjalanan hidup ini Allah menghadirkan teman-teman yang akhirnya berubah menjadi sahabat. Walau jarak telah memisahkan kami, keinginan, cita-cita, garis hidup membuat kami terpisah satu sama lain namun semua itu tidak mampu melupakan kenangan2 yang pernah kami rangkai bersama. Saling mengingatkan dikala lupa, saling menghibur dikala sedih.
Terima Kasih ya Allah... Engkau telah hadirkan sahabat-sahabat terbaik dalam hidupku. Yang ada di seluruh Indonesia.Hmm...iya...seluruh Indonesia, dari sabang sampai merauke. Ini adalah anugerah terindah bagiku. kemanapun kaki ini melangkah aku tidak perlu takut karena disetiap hentakan kaki ini disana ada sahabat terbaikku. Walau jarak memisahkan kita, namun kebaikan, kenangan2 tetap tersimpan dalam lubuk hatiku. Terima kasih sahabat2ku yang tidak bisa kusebutkan satu persatu...kehadiranmu telah melengkapi hidupku, telah membangkitkan semangatku,hingga aku menyadari hidup ini begitu indah dengan adanya persahabatan.oww... indahnya persahabatan ini