Meike Blog

Blog ini sebagai tempat aku menyimpan catatan perjalananku,curahan hatiku, tempat aku mengekspresikan diriku, tempat aku bercerita, entah dengan kata-kata atau dengan DIAM sekalipun...

Rabu, 20 April 2016
























EFISIENSI PEKERJAAN KANTOR
Dalam menggunakan waktu seseorang harus menggunakan prinsip efisiensi dan efektivitas. Efesiensi dimaksudkan bahwa waktu yang digunakan harus optimal (bukan berpatokan pada panjang dan pendeknya waktu). Dengan prinsip efisien seseorang akan menggunakan waktu sebaik mungkin. Sedangkan efektivitas berkaitan dengan memanfaatkan waktu untuk tujuan yang tepat.
Efesiensi memiliki arti secara singkat “hemat segala-galanya” atau usaha menghemat materi, tenaga, waktu dan sebagainya dalam rangka mengerjakan sesuatu untuk mencapat tujuan tertentu. Efesiensi kerja adalah pelaksanaan pekerjaan dengan cara-cara tertentu tanpa mengurangi tujuan yang dikerjakan dengan cara paling mudah mengerjakannya, paling murah biayanya, paling sedikit tenaganya, paling ringan bebannya, paling singkat waktunya. Didalam kantor seorang pegawai yang bekerja efisien pasti memiliki kecepatan dalam bekerja, atau dia ingin mengerjakan pekerjaannya dalam waktu singkat. Seorang pegawai yang bekerja tidak efisien, sudah pasti kerjanya lamban, sehingga orang tersebut menjadi malas.
Efesiensi kerja pada umumnya merupakan perwujudan dari cara-cara bekerja yang efesien, dilihat dari segi usaha yang meliputi 3 unsur yaitu waktu, biaya dan metode kerja (tenaga dan pikiran) suatu cara bekerja yang efisien ialah cara yang dengan tanpa sedikitpun mengurangi hasil yang hendak dicapai yaitu :
1.      Cara yang mudah
2.      Cara yang teringan
3.      Cara yang tercepat
4.      Cara yang tersingkat
5.      Cara yang termurah
A.Asas-asas Efisiensi dalam Bekerja

1.      Asas Perencanaan
Segala sesuatu kegiatan harus punya perencanaan, supaya bisa dijalankan dengan benar, tepat, dapat dikontrol dan juga dapat dievaluasi, sehingga diperoleh hasil yang maksimal (sebesar-besarnya)
Perencanaan berarti penetapan langkah-langkah tindakan yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan dengan mengadakan perhitungan-perhitungan secara matang dan pertimbangan-pertimbangan sebaiknya.
2.      Asas penyederhanaan
Penyederhanaan dilakukan dengan tujuan supaya suatu pekerjaan menjadi lebih mudah atau lebih ringan untuk dikerjakan.
Asas ini meliputi penggunaan cara-cara yang lebih mudah, praktis dan cepat. Dalam pelaksanaan asas ini biasanya dilakukan penelitian tentang penggunaan aktu dan gerak (time and motion study) dan penelitian terhadap susunan organisasi dan tata kerja (organization method)
3.      Asas penghematan
Penghematan berarti pencegahan penggunaan material dan uang secara berlebihan, sehingga biaya pekerjaan tersebut menjadi tidak boros. Asas ini meliputi penetapan pedoman tentang perhitungan biaya dan kemanfaatannya, pedoman tentang perhitungan kebutuhan warkat, pedoman tentang mekanisasi pekerjaan kantor dan pengurusan mesin kantor, pedoman tentang perhitungan formulir-formulir.
4.      Asas Penghapusan
Menghapus atau meniadakan sesuatu kegiatan yang dianggap kurang perlu, sudah tentu yang tidak punya dengan hasil yang hendak dicapai. Dalam asas ini dilakukan pertimbangan-pertimbangan tentang kegiatan-kegiatan yang dianggap kurang perlu sehingga sebaiknya dihapuskan atau ditiadakan.
5.      Asas Penggabungan
Menggabungkan atau menyatukan beberapa kegiatan yang memiliki persamaan dalam kemungkinan bisa dikerjakan sekaligus bersamaan sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga, asas ini mempertimbangkan langkah-langkah dan tindakan yang perlu digabungkan sehingga lebih efisien.

B. Syarat-syarat Efisiensi Kerja
Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar efesiensi kerja tercapai. Yaitu...
1.      Pekerjaan yang dikerjakan berguna target dan hasil kerja tercapai sesuai dengan yang ditetapkan.
2.      Dalam pelaksanaan harus ekonomis, bersifat ekonomis dalam arti biaya, tenaga kerja, bahan, waktu, peralatan, ruang dan lain-lain semua dipakai dengan setepat-tepatnya, tidak terjadi pemborosan
3.      Pelaksanaan kerja dapat dipertanggungjawabkan. Semua pelaksanaan dapat dipertanggungjawabkan dalam arti tidak akan terjadi hal-hal yang menyeleweng dari yang telah ditetapkan.
4.      Ada pembagian kerja yang jelas. Dengan perhitungan tidak mungkin pekerjaan hanya dikerjakan oleh seseorang, maka pembagian kerja perlu dilakukan.
5.      Wewenang dan tanggung jawab harus sama. Yang dimaksud adalah wewenang dan tanggung jawab dari pimpinan yang bersangkutan.
6.      Prosedur kerja harus praktis. Pekerjaan yang dimaksud memang dapat dilaksanakan dengan lancar dan tidak sulit.
EFISIENSI PEKERJAAN KANTOR
Dalam menggunakan waktu seseorang harus menggunakan prinsip efisiensi dan efektivitas. Efesiensi dimaksudkan bahwa waktu yang digunakan harus optimal (bukan berpatokan pada panjang dan pendeknya waktu). Dengan prinsip efisien seseorang akan menggunakan waktu sebaik mungkin. Sedangkan efektivitas berkaitan dengan memanfaatkan waktu untuk tujuan yang tepat.
Efesiensi memiliki arti secara singkat “hemat segala-galanya” atau usaha menghemat materi, tenaga, waktu dan sebagainya dalam rangka mengerjakan sesuatu untuk mencapat tujuan tertentu. Efesiensi kerja adalah pelaksanaan pekerjaan dengan cara-cara tertentu tanpa mengurangi tujuan yang dikerjakan dengan cara paling mudah mengerjakannya, paling murah biayanya, paling sedikit tenaganya, paling ringan bebannya, paling singkat waktunya. Didalam kantor seorang pegawai yang bekerja efisien pasti memiliki kecepatan dalam bekerja, atau dia ingin mengerjakan pekerjaannya dalam waktu singkat. Seorang pegawai yang bekerja tidak efisien, sudah pasti kerjanya lamban, sehingga orang tersebut menjadi malas.
Efesiensi kerja pada umumnya merupakan perwujudan dari cara-cara bekerja yang efesien, dilihat dari segi usaha yang meliputi 3 unsur yaitu waktu, biaya dan metode kerja (tenaga dan pikiran) suatu cara bekerja yang efisien ialah cara yang dengan tanpa sedikitpun mengurangi hasil yang hendak dicapai yaitu :
1.      Cara yang mudah
2.      Cara yang teringan
3.      Cara yang tercepat
4.      Cara yang tersingkat
5.      Cara yang termurah
A.Asas-asas Efisiensi dalam Bekerja

1.      Asas Perencanaan
Segala sesuatu kegiatan harus punya perencanaan, supaya bisa dijalankan dengan benar, tepat, dapat dikontrol dan juga dapat dievaluasi, sehingga diperoleh hasil yang maksimal (sebesar-besarnya)
Perencanaan berarti penetapan langkah-langkah tindakan yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan dengan mengadakan perhitungan-perhitungan secara matang dan pertimbangan-pertimbangan sebaiknya.
2.      Asas penyederhanaan
Penyederhanaan dilakukan dengan tujuan supaya suatu pekerjaan menjadi lebih mudah atau lebih ringan untuk dikerjakan.
Asas ini meliputi penggunaan cara-cara yang lebih mudah, praktis dan cepat. Dalam pelaksanaan asas ini biasanya dilakukan penelitian tentang penggunaan aktu dan gerak (time and motion study) dan penelitian terhadap susunan organisasi dan tata kerja (organization method)
3.      Asas penghematan
Penghematan berarti pencegahan penggunaan material dan uang secara berlebihan, sehingga biaya pekerjaan tersebut menjadi tidak boros. Asas ini meliputi penetapan pedoman tentang perhitungan biaya dan kemanfaatannya, pedoman tentang perhitungan kebutuhan warkat, pedoman tentang mekanisasi pekerjaan kantor dan pengurusan mesin kantor, pedoman tentang perhitungan formulir-formulir.
4.      Asas Penghapusan
Menghapus atau meniadakan sesuatu kegiatan yang dianggap kurang perlu, sudah tentu yang tidak punya dengan hasil yang hendak dicapai. Dalam asas ini dilakukan pertimbangan-pertimbangan tentang kegiatan-kegiatan yang dianggap kurang perlu sehingga sebaiknya dihapuskan atau ditiadakan.
5.      Asas Penggabungan
Menggabungkan atau menyatukan beberapa kegiatan yang memiliki persamaan dalam kemungkinan bisa dikerjakan sekaligus bersamaan sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga, asas ini mempertimbangkan langkah-langkah dan tindakan yang perlu digabungkan sehingga lebih efisien.

B. Syarat-syarat Efisiensi Kerja
Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar efesiensi kerja tercapai. Yaitu...
1.   Pekerjaan yang dikerjakan berguna target dan hasil kerja tercapai sesuai dengan yang ditetapkan.
2.   Dalam pelaksanaan harus ekonomis, bersifat ekonomis dalam arti biaya, tenaga kerja, bahan, waktu, peralatan, ruang dan lain-lain semua dipakai dengan setepat-tepatnya, tidak terjadi pemborosan
3. Pelaksanaan kerja dapat dipertanggungjawabkan. Semua pelaksanaan dapat dipertanggungjawabkan dalam arti tidak akan terjadi hal-hal yang menyeleweng dari yang telah ditetapkan.
4.   Ada pembagian kerja yang jelas. Dengan perhitungan tidak mungkin pekerjaan hanya dikerjakan oleh seseorang, maka pembagian kerja perlu dilakukan.
5.  Wewenang dan tanggung jawab harus sama. Yang dimaksud adalah wewenang dan tanggung jawab dari pimpinan yang bersangkutan.
6.    Prosedur kerja harus praktis. Pekerjaan yang dimaksud memang dapat dilaksanakan dengan lancar dan tidak sulit.


Selamat dan Sukses 
http://meike.bengkulu.blogspot.com

11 komentar:

Wendy Astelaputra mengatakan...

Saya sudah bisa komen bu :)

Meike Amri mengatakan...

Oke... yang lain mana?

Audry Upekkha Devi mengatakan...

Bu saya udah bisa comment

Audry Upekkha Devi mengatakan...

Bu saya udah bisa comment

Aldi Gunawan mengatakan...

Saya sudah Bisa komen bu

Unknown mengatakan...

Saya sudah bisa comment bu
-Dennis Sugianto X AP

Nataliaprasetio mengatakan...

Bu saya udh komen
#natalia

Nataliaprasetio mengatakan...

Bu saya udh komen
#natalia

Bernita Orland mengatakan...

Saya sudah bisa comment bu

Inge septia mengatakan...

Bu saya sudah bisa comment bu

Miko Tenggara mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.